Peta Situs

Sosialisasi Pendidikan Pemilih hari ke 2

Humas KPU Jembrana
Sosialisasi Pendidikan Pemilih hari ke 2
Sosialisasi Pendidikan Pemilih hari ke 2

Pelaksanaan sosialisasi pendidikan pemilih di hari kedua yang dilaksanakan di Ruangan Puri Demokrasi KPU Jembrana yang dihadiri oleh undangan dari tokoh agama dan partai politk. Made Widiastra selaku moderator acara membuka acara pukul 10.00 WITA. Hadir sebagai narasumber Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Rakasandi dan Ketua Bawaslu Bali I Ketut Rudia. Dewa Rakasandi memberikan materi mencari pemimpin yang tepat untuk kesinambungan pembangunan Bali. I Dewa Kade Wiarsa Rakasandi dalam paparannya menjelasakan bagaimana hasil dari proses pemilihan menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan bekerja untuk kemakmuran serata kesejahteraan rakyat sehingga dari itu KPU dalam pelaksanaan pemilu harus melakukan kerjasama dengan instansi terkait dan memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakan dengan memberikan pemahaman pentingnya menyalurkan hak pilih pada saat pemilihan berlangsung. Sangat diharapkan untuk Pilgub Tahun 2018 partisipasi masyarakat meningkat dan berjalan lancar sesuai dengan tahapan.

Bapak Ketut Rudia sebagai narasumber ke dua membawakan materi tugas dan kewenangan Bawaslu. Ketut Rudia dalam paparannya menjelaskan tentang perubahan kelembagaan pengawas pemilu dalam UU No. 1 tentang Pemilihan Umum dan tugas Bawaslu sesuai UU No. 7 Tahun 2017. Dalam penjelasannnya Bawaslu dalam tugasnya bagaimana agar tidak terjadi money politik dalam proses pemilu karena berdampak pada calon yang akan didiskualifikasi dan bawaslu pun berhak menerima sengketa pemilu. Setelah pemaparan materi dari Bapak Ketut Rudia dilanjutkan dengan sesi diskusi dari tokoh agama islam MUI Bapak Rofik menanyakan bagaimana pelanggaran dalam pemilu seperti pemasanangan spanduk dan baliho padahal belum masa kampanye? Disini Bawaslu mengawasi dari proses pemilu dan tidak berwenang untuk melaksanakan eksekusi terhadap alat peraga karena merupakan tugas dari Pemerintah Daerah. Bu Ketut yang merupakan perwakilan dari PKK mempertanyakan bagaimanacara meningkatkan quota perempuan ? dan langsung dijawab oleh Bapak Dewa Rakasandi paling sedikit kuota perempuan 30 % dalam partai politik dan jika keterwakilan perempuan tidak ada maka akan di kenai sanksi tidak boleh ikut serta dalam pemilu dan merupakan pertanyaan pemungkas yang selanjutnya acara ditutup pukul 13.00 WITA oleh Bapak Widiastra dengan makan siang bersama.