Peta Situs

KPU Gelar Rapat Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana Pada Pemilu 2019

Humas KPU Jembrana
KPU Gelar Rapat Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana Pada Pemilu 2019
KPU Gelar Rapat Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana Pada Pemilu 2019

Sehubungan dengan dengan dilaksanakan Pemilihan Umum Tahun 2019, KPU Jembrana menggelar Rapat Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana. Acara rapat dilaksanakan di Hotel Jimbarwana pada pukul 09.00 WITA, dan dihadiri oleh Komisioner KPU Jembrana, Sekretaris dan jajarannya, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Jembrana, Kesbangpol, Disdukcapil, penggiat demokrasi se-Kabupaten Jembrana, LO Partai Politik Peserta Pemilu 2019, serta rekan-rekan media.

Ketua KPU Jembrana dalam pembukaan acara rapat ini mengatakan bahwa acara rapat ini diadakan untuk evaluasi terkait Pencalonan Anggotda DPRD. Tentunya masukan dari peserta rapat sangat diharapkan. Nantinya hasil diskusi ini akan dibawa dalam Konsulnas di KPU RI agar pemilihan umum menjadi lebih baik.

Diskusi berlangsung hangat dipandu oleh Ketua KPU Jembrana. Masing-masing peserta rapat memberi masukan kepada KPU Jembrana. Bawaslu Jembrana memberi pendapat bahwa tujuan pembuatan Aplikasi SILON sangat bagus, namun masih perlu ditingkatkan kapabilitasnya agar tidak bermasalah saat digunakan. Senada dengan Bawaslu, dari pihak Partai Politik memberi masukan yang sama yaitu Aplikasi SILON yang bermasalah. Selain itu menurut mereka terdapat calon yang mengundurkan diri pada last minute. Peserta rapat dari media memberi usul untuk lebih menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat khususnya di daerah pelosok agar warga dapat mengetahui agenda penyelenggaraan pemilu.

Terkait SILON, Made Widiastra mengatakan bahwa aplikasi ini tujuannya bagus yaitu untuk membantu dalam administrasi data calon, bukan untuk membani peserta pemilu. Namun memang banyak yang perlu diperbaiki kedepannya agar aplikasi ini lebih baik. Made Widiastra juga menghimbau agar calon anggota DPRD aktif memperkenalkan diri ke masyarakat, agar warga mengetahui calon anggota legislatif dalam pemilihan umum