KPU Jembrana Ikuti Workshop Kehumasan: Tingkatkan Kualitas Konten Sosial Media dan Website Resmi

DENPASAR, Bali – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas penyampaian informasi dan komunikasi publik dengan mengikuti Workshop Kehumasan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Bali pada Senin, 8 Desember 2025.

Kegiatan yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 KPU Provinsi Bali ini bertujuan mengoptimalkan kegiatan penyampaian informasi kegiatan yang dilakukan oleh KPU se-Bali kepada publik, terutama melalui platform media sosial dan website resmi lembaga.

Kolaborasi Peningkatan Kapasitas Kehumasan

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, dan dihadiri oleh jajaran Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM; pejabat struktural; kasubbag; serta staf pelaksana dari seluruh KPU Kabupaten/Kota se-Bali.

Anggota KPU Kabupaten Jembrana sekaligus Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Dewa Putu Gede Oka, menyambut baik kegiatan ini.

"Kami sangat terbantu atas adanya workshop ini. Kami berharap staf yang hadir dapat belajar dan mendapatkan ilmu baru dalam membuat konten dan berita yang dimuat di sosmed dan website resmi lembaga menjadi lebih relevan, menarik, terutama di kalangan generasi muda," ujar Dewa Putu Gede Oka.

Kuasai Teknik Fotografi, Penulisan Berita, dan Komunikasi Efektif

Workshop ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang membekali peserta dengan keterampilan praktis di bidang kehumasan:

I Made Adi Dharmawan (ISI Bali) menekankan pentingnya penguasaan dasar fotografi, seperti pencahayaan, komposisi, dan teknik aperture–ISO–shutter speed. Ia juga menggarisbawahi prinsip the man behind the gun, bahwa kemampuan fotografer jauh lebih menentukan daripada alat yang digunakan.

Agus Putra Mahendra (Redaktur Politik Pos Bali) memaparkan teknik penyusunan berita dan press release yang efektif. Fokus paparannya mencakup mitigasi kehumasan, penggunaan judul yang menarik namun tetap aman, serta pentingnya rilis yang ringkas, analitis, dan memuat minimal dua narasumber untuk validitas informasi.

Ni Putu Yunita Anggreswari (Universitas Pendidikan Nasional) membahas strategi komunikasi efektif. Ia menyarankan agar konten humas bersifat ringan, relevan, serta lebih mengedepankan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana), setelah melalui analisis audiens dan pemilihan media yang tepat.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Dalam sesi diskusi, para peserta menyampaikan beragam tantangan, mulai dari keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), perlunya inovasi konten, hingga pentingnya memahami selera publik, termasuk generasi muda. Para narasumber menegaskan bahwa semua aspek kehumasan ini membutuhkan latihan berkelanjutan, keberanian keluar dari zona nyaman, dan pemahaman mendalam terhadap audiens.

Kegiatan ditutup oleh Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan. Ia berharap workshop ini menjadi langkah awal untuk menghasilkan konten kehumasan yang lebih menarik, informatif, dan mampu memperkuat citra KPU sebagai lembaga publik yang transparan dan responsif di mata masyarakat.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 46 Kali.